Mata Kuliah: Teori Ekonomi Mikro
Materi 1
Hubungan Pelaku Ekonomi Dalam Perekonomian
Sumberdaya ekonomi terdiri dari berbagai
tenaga, modal, dan tanah yang digunakan dalam memproduksi barang dan jasa.
Karena sumberdaya setiap masyarakat terbatas atau langka, maka kemampuan setiap
masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa juga terbatas. Karena kelangkaan
ini, setiap masyarakat menghadapi masalah apa yang harus diproduksi, bagaimana
memproduksi, untuk siapa diproduksi, bagaimana membagi produksi dari waktu ke
waktu, dan bagaimana mempertahankan serta mendukung pertumbuhan mekanisme tersebut.
Kegitan manusia di dalam masyarakat dalam
bidang ekonomi pada dasarnya meliputi (a) kegitan produksi, (b) kegiatan distiribusi,
dan (3) kegiatan konsumsi. Kegitan ekonomi itu timbul karena adanya
kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia timbul dari :
1). Kebutuhan biologis ( seperti makanan,
pakaian, tempat tinggal)
2). Kebutuhan yang timbul dari peradaban
dan kebudayaan ( seperti rumah yang bagus, pendidikan yang tinggi, dsb)
3).
Lain-lain kebutuhan yang khas masing-masing perorangan.
Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai
sifat yang tidak terbatas. Artinya, begitu satu macam kebutuhan
terpuaskan akan timbul macam kebutuhan lain. Jadi, kebutuhan manusia
yang tidak terbatas tersebut merupakan penggerak aktivitas ekonomi. Dalam ilmu
ekonomi “ kepuasan yang tidak terbatas” ini dipandang sebagai “anggapan
kerja = working hypothesis).
Kebutuhan seseorang dikatakan terpenuhi
apabila ia mengkonsumsikan barang/jasa yang ia butuhkan. Barang/ jasa akan
tersedia apabila diproduksikan. Namun, produksi barang /jasa tersebut adalah
terbatas karena sumberdaya ekonomi yang tersedia selalu terbatas jumlahnya.
Sumberdaya ekonomi dapat digolongkan menjadi :
1) Sumberdaya alam ( tanah,
minyak bumi, air, udara, dsb)
2) Sumberdaya manusia ( fisik,
mental, ketrampilan, dan keahlian)
3) Sumberdaya buatan manusia ( mesin-mesin,
gedung-gedung, jalan, dan sebagainya yang sering disebut sebagai modal atau
kapital).
Adanya ketiga sumberdaya itu tidak menjamin
timbulnya kegiatan produksi. Agar timbul kegiatan produksi perlu ada pihak yang
mengorganisirnya. Kegiatan mengorganisir tersebut biasanya digolongkan menjadi
sumberdaya ekonomi yang keempat, yaitu:
4) Kepengusahaan (entrepreunership).
Istilah lain bagi sumberdaya ekonomi adalah
faktor produksi. Bagaimana dengan teknologi? Teknologi tidak dimasukkan
ke dalam sumberdaya ekonomi tersendiri. Ia dianggap telah terkandung dalam
sumberdaya-sumberdaya diatas. Teknologi berkaitan dengan kualitas sumberdaya.
Teknologi dapat tercermin dalam keahlian karyawan, efisiensi mesin, bibit
unggul, dan sebagainya (Boediono, 1982 :1-4).
Ilmu Ekonomi
Kata ekonomi
sendiri berasal dari kata Yunani "oikos" yang berarti keluarga, rumah
tangga dan "nomos", yang berarti peraturan, aturan, hukum.
Artinya secara garis besar ekonomi
diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.
Sementara yang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang
dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas
menggunakan sumber daya yang terbatas.
Sumber daya
yang terbatas itu disebut pula dengan faktor-faktor produksi yang terdiri dari:
tanah (land) , tenaga kerja (labour), modal (capital) dan kewirausahaan
(entrepreneur).
Atau secara
terminologi Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari bagaimana
cara manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan dengan sebaik-baiknya
dalam usaha mencapai kemakmuran.
Ilmu ekonomi
ada 3, Ekonomi deskriptif, Ekonomi Teori, dan ekonomi terapan.
1. Ekonomi Teori
Adalah ilmu
yang menganalisis tentang hubungan antara variabel ekonomi, misalnya seperti
pengaruh kenaikan upah tenaga kerja terhadap pola konsumsi mereka. Ekonomi
teori dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Mikro (kecil) : Secara khusus
mempelajari bagian-bagian seperti perilaku konsumen dan perusahaan dan
penentuan harga pasar untuk satu jenis barang tertentu serta kuantitas faktor
input barang dan jasa yang diperjualbelikan.
Tujuan ekonomi mikro adalah efesiensi dalam pengalokasian sumber-sumber daya.
Tujuan ekonomi mikro adalah efesiensi dalam pengalokasian sumber-sumber daya.
b. Makro (besar) : Cabang dari
ilmu ekonomi yang berkaitan dengan studi tentang kegiatan perekonomian nasional
secara agregat (keseluruhan).
Tujuan ekonomi makro mencakup : kesempatan kerja penuh penuh (full employment), pencegahan inflasi, pertumbuhan ekonomi, keseimbangan neraca pembayaran.
Tujuan ekonomi makro mencakup : kesempatan kerja penuh penuh (full employment), pencegahan inflasi, pertumbuhan ekonomi, keseimbangan neraca pembayaran.
2. Ekonomi Deskriptif
Adalah bagian
dari ilmu ekonomi yang memaparkan secara apa adanya tentang kehidupan ekonomi
suatu daerah/ negara pada suatu masa tertentu.
Contoh, hasil produksi cabai di Jawa Barat untuk tahun 2015, ekonomi Indonesia menjelang Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II, ekonomi jepang pasca Perang Dunia II.
Contoh, hasil produksi cabai di Jawa Barat untuk tahun 2015, ekonomi Indonesia menjelang Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II, ekonomi jepang pasca Perang Dunia II.
3. Ekonomi terapan (applied economic)
Adalah bagian
dari ilmu ekonomi yang membahas penerapan teori ekonomi dalam suatu rumah
tangga produksi. Sebagai contoh, ekonomi perusahaan; ekonomi pertanian; dan
ekonomi koperasi.
Teori dan Model Ekonomi
Tujuan ilmu ekonomi, seperti halnya
ilmu-ilmu yang lain, adalah untuk penjelasan dan prediksi. Baik
analisis teoritis maupun investigasi empiris diperlukan untuk pencapaian tujuan
tersebut. Teori menggunakan penalaran deduktif abstrak dalam menarik kesimpulan
berdasarkan asumsi-asumsi. Sedangkan studi empiris bersifat induktif. Kedua
pendekatan ini saling melengkapi, karena teori memberikan arah studi empiris
dan studi empiris memberikan uji pada asumsi-asumsi dan kesimpulan-kesimpulan
dari teori (Henderson &Quandt, 1980 : 1).
Teori ekonomi mengarahkan penyusunan model yang
menjelaskan perilaku unit-unit ekonomi individual (para konsumen, para
produsen, agen-agen pemerintah) dan interaksi mereka di dalam membangun sistem
ekonomi suatu wilayah, suatu negara, atau dunia secara keseluruhan.
Model adalah representasi yang disederhanakan dari situasi yang
nyata. Model disusun dimaksudkan untuk dua tujuan utama, yaitu analisis dan
prediksi Analisis menyatakan penjelasan perilaku unit-unit ekonomi, yaitu
konsumen dan produsen. Prediksi menyatakan kemungkinan perkiraan
pengaruh perubahan besaran-besaran (variabel) di dalam ekonomi. Contoh : model
penawaran dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh penarikan pajak terhadap
penjualan dari perusahaan. Validitas model dapat dinilai dari beberapa
kriteria, yaitu : kekuatan prediksinya, konsistensi dan realisme asumsinya,
tingkat informasi yang diberikan, generalisasinya, dan simplisitinya
(Koutsoyiannis, 1985: 3-5).
Pada
umumnya semua model ekonomi mengandung tiga unsur yang sama: (1) asumsi ceteris
paribus, (2) anggapan bahwa para pengambil keputusan ekonomi berusaha
mengoptimalkan sesuatu (optimalisasi), dan (3) pembedaan yang seksama
antara pertanyaan positif dan pertanyaan normatif. Ekonomi
positif berusaha menetapkan bagaimana sumberdaya pada kenyataannya dialokasikan
dalam sebuah perekonomian. Ekonomi normatif menetapkan bagaimana sumberdaya seharusnya
dialokasikan dalam perekonomian. Menurut Keynes, ekonomi positif berkenaan
dengan upaya memahami mengenai “what is”, sedangkan ekonomi normatif
berusaha memahami mengenai “what ought to be”. Sebagai contoh,
perusahaan-perusahaan harus memaksimumkan keuntungan. Pandangan demikian
termasuk posisi normatif.
Pelaku-Pelaku Aktivitas
Ekonomi
Pelaku-pelaku aktivitas
ekonomi secara umum terdiri dari tiga unsur, yaitu rumah-tangga, perusahaan,
dan pemerintah. Berikut ini diuraikan peranan mereka dalam aktivitas
ekonomi.
1.
Rumah-Tangga
Rumah tangga adalah
pemilik dari berbagai faktor produksi. Sektor rumah-tangga ini memiliki (1)
tenaga kerja ( fisik dan otak) ; dan (2) modal ( tanah, bangunan, peralatan
modal, uang ,dll). Mereka dapat menawarkan faktor-faktor produksi tersebut
kepada perusahaan. Sebagai balas jasa dari faktor-faktor produksi yang
ditawarkan, perusahaan memberikan berbagai jenis “pendapatan” kepada sektor
rumah-tangga. Tenaga kerja menerima gaji atau upah, pemilik tanah dan bangunan
menerima uang sewa, pemilik saham menerima keuntungan. Pendapatan tersebut oleh
rumah-tangga akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu konsumsi dan tabungan.
2.
Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dibentuk oleh
seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis
barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Seseorang atau sekumpulan orang
tersebut dikenal dengan pengusaha. Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh
keuntungan yang maksimum. Oleh karena itu, pengusaha harus memiliki keahlian
mengenai bagaimana mengalokasikan faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk
menghasilkan produk agar dapat diperoleh keuntungan yang maksimum.
3.
Pemerintah
Pemerintah dalam hal ini adalah
lembaga-lembaga atau badan-badan pemerintah yang ditugasi untuk mengatur
perekonomian negara. Lembaga-lembaga ini antara lain, Bank Sentral, Departemen
Pemerintahan, Pemerintah Daerah, Parlemen, TNI-POLRI, dan sebagainya.
Pemerintah mengatur dan mengawasi aktivitas ekonomi rumah-tangga dan
perusahaan, agar mereka melakukan aktivitas ekonomi dengan wajar dan tidak
merugikan masyarakat banyak. Disamping tugas pengaturan dan pengawasan,
pemerintah juga melakukan aktivitas ekonomi sendiri, terutama aktivitas yang
oleh swasta dipandang kurang atau tidak menguntungkan. Aktivitas-aktivitas
tersebut, misalnya pembangunan infrastruktur ( jalan, jembatan, pelabuhan,
lapangan terbang, gedung sekolah, dan sebagainya). Disamping itu, juga
menyediakan jasa-jasa penting, seperti angkutan kereta api, bus dan pesawat
terbang, jasa telpon, pos, telegram, dan sebagainya.
Oleh karena itu sektor ekonomi juga
dibedakan menjadi sektor pemerintah dan sektor swasta. Untuk membiayai
aktivitas ekonomi ini, pemerintah mengenakan pajak kepada rumah-tangga dan
perusahaan. Disamping itu juga berasal dari keuntungan yang diperoleh dari
perusahaan-perusahaan yang dimilikinya.
Atas dasar uraian diatas, dapat
digambarkan bagaimana hubungan antara ketiga pelaku pasar tersebut dalam Gb. 1
berikut. Gb. 1. menjelaskan bagaimana hubungan antara rumah-tangga dan
perusahaan baik melalui pasar barang maupun melalui pasar faktor produksi.
GAMBAR 1
Materi 2
Permintaan, Penawaran, Dan Harga
Istilah permintaan dan penawaran merujuk
pada perilaku di masyarakat ketika terjadi interaksi di pasar. Pasar (market)
adalah sekelompok pembeli dan penjual dari suatu barang dan jasa. Sebagai suatu
kelompok, para pembeli menentukan seberapa banyak permintaan barang tersebut,
dan sebagai kelompok yang lain, para penjual menentukan seberapa banyak
penawaran barang tersebut.
Dalam bagian ini diberikan gambaran tentang
kegiatan ekonomi yang dijelaskan oleh fungsi permintaan dan penawaran. Fungsi
permintaan dan penawaran tersebut digambarkan dalam bentuk kurva dan fungsi
matematis. Penjelasan dimulai dengan proses terbentuknya fungsi tersebut dengan
menggunakan data hipotetis sederhana. Selanjutnya dilakukan penurunan-penurunan
fungsi dengan pergerakan perilaku ekonomi baik yang disebabkan oleh faktor
internal maupun faktor eksternal.
A. Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang
yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan
berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan
jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan
jasa tak terbatas.
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan
tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan
jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta
sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan
demikian hukum permintaan berbunyi: Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris
paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau
faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Permintaan seseorang atau
suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara
faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah:
1.
Harga barang itu sendiri
2.
Harga barang substitusi (pengganti)
Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang
dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka
orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula.
Contohnya kaus adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaus lebih murah
dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaus lebih banyak bila dibandingkan
permintaan terhadap kemeja.
3.
Harga barang komplementer (pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya
sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka
kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga
sebaliknya.
4.
Jumlah Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan
besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh
tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya
jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun.
Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Ayam dari
hasil dagang minggu pertama Rp500.000,00 hanya dapat untuk membeli gula 42 kg.
Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp800.000,00, Ibu Tia dapat membeli
kopi sebanyak 80 kg.
5.
Selera konsumen
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang
yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka
permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini
banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game,
karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand
phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.
6.
Intensitas kebutuhan konsumen
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang
diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan
menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah.
Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka
permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat,
misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli
jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.
7.
Perkiraan harga pada masa depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen
cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan
semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan
turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya
ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen
antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin
atau solar yang lebih banyak.
8.
Jumlah penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika
jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta
akan meningkat.
Untuk analisis permintaan ini sangat sukar
menganalisis pengaruh dari semua faktor-faktor tersebut terhadap permintaan
suatu barang secara bersama-sama sekaligus. Oleh karena itu, ahli ekonomi
menyederhanakan analisis tersebut, dengan menganggap bahwa permintaan suatu
barang terutama dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri , sedangkan
faktor-faktor lainnya dianggap tidak berubah atau ceteris paribus. Jadi,
sesuai dengan hukum permintaan, yang dianalisis dalam permintaan suatu barang
adalah hubungan antara jumlah barang yang diminta dan harga barang itu sendiri.
Analisis permintaan ini dapat dilakukan dengan pendekatan grafis atau
matematis. Pendekatan grafis akan menghasilkan kurva permintaan, sedangkan
pendekatan matematis akan menghasilkan fungsi permintaan.
Kurve Permintaan
Kurve permintaan adalah
suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan
jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat
berdasarkan data riil di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada
berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk tabel.
Kurve permintaan suatu barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke
kanan bawah ( ber-slope negatif), yang menunjukkan sifat hubungan terbalik
antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian
perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat pengaruh perubahan harga
barang itu sendiri, ditandai oleh gerakan turun atau naik di sepanjang
kurve.
Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan (demand function) adalah
persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan
semua faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan seperti yang telah disebutkan diatas, maka dapat
disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut:
Qd = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D), di mana :
Qd = jumlah barang yang diminta
Pq = harga barang itu sendiri
Ps.i = harga barang-barang substitusi (
i = 1,2,…,n)
Y = pendapatan
S = selera
D = jumlah penduduk.
Fungsi permintaan spesifiknya dapat ditulis : Qd =
a – bP , dimana a adalah konstante dan b adalah koefisien yang
menunjukkan besar perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh
perubahan satu satuan harga barang tersebut. Berdasarkan data pada tabel 2.1
diperoleh persamaan permintaan sebagai berikut: Qd = 1.500 – 0,001 P , di mana
Qd = jumlah barang yang diminta dan P = harga barang itu sendiri. Interpretasi
dari persamaan ini adalah apabila harga HP naik satu rupiah maka jumlah barang
yang diminta turun sebesar 0,001 buah.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu
Sendiri Terhadap Permintaan
Hukum permintaan hanya menekankan pengaruh harga
barang itu sendiri terhadap jumlah barang yang diminta. Pada kenyataannya,
permintaan suatu barang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti yang
telah disebutkan di atas. Bagaimana pengaruh faktor-faktor lain tersebut, dapat
dijelaskan sebagai berikut.
Harga barang-barang substitusi. Barang
substitusi adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsi barang lain.
Sebagai contoh, kopi dan teh. Jika pada suatu waktu kopi tidak ada maka peminum
kopi dapat menggantikannya dengan teh dan sebaliknya jika teh tidak ada peminum
teh dapat menggantikannya dengan kopi. Harga barang substitusi dapat
mempengaruhi permintaan barang yang disubstitusi. Jika harga kopi turun, maka permintaan
teh menjadi turun dan sebaliknya.
Pendapatan para pembeli. Pendapatan merupakan
faktor yang sangat penting di dalam menentukan permintaan berbagai jenis
barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan permintaan berbagai
jenis barang. Menurut sifat perubahan permintaan akibat perubahan pendapatan,
berbagai jenis barang dapat dibedakan menjadi : barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang mewah.
1)
Barang inferior : adalah barang yang umumnya diminta oleh orang-orang
berpendapatan rendah. Jika orang-orang tersebut bertambah pendapatannya, mereka
akan mengurangi permintaannya terhadap barang inferior tersebut dan
menggantikannya dengan barang lain yang mutunya lebih tinggi. Sebagai contoh,
ubi kayu. Ketika pendapatannya rendah, orang-orang mengkonsumsi ubi kayu. Jika
pendapatan mereka meningkat maka mereka akan mengurangi konsumsi ubi kayu dan
menggantinya dengan beras.
2)
Barang esensial : adalah barang yang sangat penting manfaatnya bagi kehidupan
masyarakat sehari-hari. Contoh : makanan ( beras, gula, kopi, teh) dan pakaian.
3)
Barang normal : adalah barang yang akan mengalami kenaikan permintaannya
apabila terjadi kenaikan pendapatan masyarakat. Sebagian besar barang yang ada,
umumnya termasuk barang normal, seperti perabot rumah-tangga, pakaian, dan
beberapa makanan.
4) Barang mewah: adalah barang-barang yang dibeli
oleh orang-orang yang berpendapatan tinggi. Contoh : mobil, emas, berlian, lukisan
yang mahal, dan sebagainya.
Selera masyarakat. Selera
masyarakat mempengaruhi permintaan suatu barang. Pada tahun 1960-an relatif
sedikit orang yang menggunakan mobil buatan Jepang. Namun, mulai tahun 1970-an
masyarakat di berbagai negara telah banyak menggunakan mobil buatan Jepang,
sehingga mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa menurun permintaannya.
Jumlah Penduduk. Pertambahan
jumlah penduduk yang diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja secara tidak
langsung akan meningkatkan permintaan suatu barang.
A. Penawaran
1. Definisi Penawaran
Kalau permintaan
ditinjau dari sisi konsumen, maka penawaran ditinjau dari sisi produsen. Penawaran, dalam ilmu ekonomi, adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan
oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.
2. Hukum
Penawaran
Hukum penawaran menunjukkan
keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan
demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
"Semakin tinggi harga, semakin
banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah
tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”
3. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Penawaran
Sampai di mana
keinginan para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga,
ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya yang penting adalah:
a.
Harga barang itu
sendiri
b.
Harga barang subtitusi
c.
Biaya produksi
d.
Tujuan-tujuan
perusahaan
e.
Tingkat teknologi yang
digunakan.
f.
Pajak
g.
Perkiraan harga dimasa
depan
Seperti
pada analisis permintaan, untuk menganalisis semua faktor-faktor yang
mempengaruhi penawaran secara bersama-sama sekaligus agak rumit, bahkan tidak
dapat dilakukan dengan analisis grafis (kurve). Oleh karena itu, harus
dilakukan satu per satu, dengan menganggap faktor-faktor lain tidak berubah (ceteris
paribus). Seperti yang dinyatakan dalam hukum penawaran, yang dianalisis
hanya hubungan antara harga barang itu sendiri dengan jumlah barang itu yang
ditawarkan, sedangkan faktor-faktor lain seperti harga barang-barang lain,
biaya produksi, tujuan-tujuan perusahaan, dan teknologi yang digunakan dianggap
tidak berubah.
4. Kurve Penawaran
Kurve penawaran adalah
kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah
barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data
riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang
tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran).
5. Fungsi Penawaran
Fungsi
penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang
ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. Fungsi penawaran
secara umum ditulis :
Qs = f (Pq, Pl.i, C, O,
T), di mana :
Qs = jumlah barang yang
ditawarkan
Pq = harga barang itu
sendiri
Pl.i = harga
barang-barang lain (i=1,2,....,n)
C = tujuan perusahaan
T = teknologi yang digunakan.
Fungsi
ini dapat untuk menganalisis pengaruh semua faktor tersebut secara bersama-sama
sekaligus, tentu dengan perhitungan yang lebih rumit. Untuk memudahkan
perhitungan, umumnya dilakukan analisis secara parsial, yaitu analisis satu
demi satu dengan menganggap faktor-faktor lain ceteris paribus. Fungsi
penawaran, yaitu: Qs = a + b P, di mana a = konstante dan b = koefisien
perubahan. Berdasarkan tabel 2.2 , diperoleh persamaan penawaran : Qs = -100 +
0,001 Pq , di mana Qs = jumlah barang yang ditawarkan dan P = harga barang itu
sendiri. Interpretasi dari persamaan ini adalah apabila harga HP naik satu
rupiah maka jumlah HP yang ditawarkan naik sebesar 0,001 buah.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu
Sendiri
Telah dinyatakan bahwa penawaran suatu barang
selain dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri juga dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain, seperti harga barang-barang lain, biaya produksi,
tujuan-tujuan perusahaan, dan teknologi. Analisis pengaruh faktor harga barang
itu sendiri telah dibahas di atas. Untuk melengkapi analisis mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, berikut ini dibahas mengenai
pengaruh faktor-faktor selain harga itu sendiri terhadap jumlah barang yang
ditawarkan.
Harga Barang-Barang Lain. Sebagai
contoh, karena gula impor harganya lebih murah dari harga gula lokal, maka
permintaan gula lokal menurun. Karena permintaan gula lokal menurun maka
produsen gula terpaksa menurunkan produksi dan penawarannya.
Biaya Produksi. Kenaikan
biaya produksi akan menyebabkan penurunan penawaran barang. Apabila
faktor-faktor selain biaya produksi tidak berubah maka kenaikan biaya produksi
mengakibatkan menurunnya keuntungan atau bahkan kerugian bagi suatu perusahaan.
Perusahaan yang mengalami kerugian tentu akan tutup, sehingga tidak ada lagi
barang produksinya yang ditawarkan di pasar. Demikian pula bagi perusahaan yang
mengalami penurunan keuntungan mungkin akan mengalihkan usahanya ke
bidang lain, sehingga produksi dan penawaran barang berhenti.
Tujuan-Tujuan Perusahaan. Secara
teoritis tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan. Untuk memaksimumkan
keuntungan tidak bisa dicapai dengan penggunaan kapasitas produksi maksimum,
melainkan harus dengan penggunaan kapasitas produksi yang memaksimumkan
keuntungan. Namun, tidak semua perusahaan bertujuan memaksimumkan keuntungan.
Seperti perusahaan milik negara, umumnya lebih mementingkan memaksimumkan
produksi dari pada memaksimumkan keuntungan. Ada perusahaan yang lebih
mengutamakan menghindari resiko sehingga dapat terus selamat walaupun
keuntungannya tidak maksimal. Tujuan yang berbeda-beda di atas menimbulkan
pengaruh yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian
secara tidak langsung tujuan perusahaan akan mempengaruhi penawaran suatu
barang.
Teknologi.
Dengan teknologi dapat mengurangi biaya produksi,
meningkatkan produktivitas, meningkatkan mutu produk, dan menciptakan produk
baru. Terhadap penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua
akibat, yaitu : (1) produksi dapat ditingkatkan dengan lebih cepat dan (2)
biaya produksi dapat lebih murah. Dengan demikian keuntungan dapat menjadi
lebih besar. Dari kedua akibat tersebut dapat disimpulkan bahwa kemajuan
teknologi dapat meningkatkan penawaran suatu barang di pasar.
Penentuan Harga Pasar dan Jumlah Barang Yang
Diperjualbelikan
Harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di
pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang tersebut. Oleh karenanya,
analisis penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di suatu
pasar, harus berdasarkan analisis permintaan dan penawaran barang tersebut
secara serentak. Harga pasar atau harga keseimbangan adalah tingkat harga di
mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang
yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar
dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara
matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran
secara serentak atau simultan. Dari contoh di atas, diperoleh persamaan
permintaan dan penawaran sebagai berikut:
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq
Kita tahu bahwa syarat keseimbangan adalah
permintaan sama dengan penawaran atau Qd = Qs.
Berarti : 1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 P
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 P
1.600 = 0,002 P
P = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).
Selanjutnya dengan memasukkan nilai P ke dalam
persamaan permintaan atau penawaran akan diperoleh nilai jumlah barang dalam
keadaan keseimbangan. Bukti: QS = -100 + 0,001 (800.000) = - 100 + 800 = 700.
Jadi, baik dengan menggunakan tabel, grafik maupun matematik, diperoleh hasil
harga pasar yang sama, yaitu Rp. 800.000,- dan jumlah barang dalam
keseimbangan, yaitu 700.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar